Ita Sembiring adalah seorang Novelis dan Public Speaker. Beberapa novel beliau yang laris di kalangan pembaca adalah When a Man Lost a Woman, Politik Santun dalam Kartun, No Volvere : Biarkan Aku Pulang, Opera orang kaya, Andai Aku Jadi Gubernur Jakarta, Negeri Bayangan Terrorist Free, dan beberapa novel lainnya. Novel-novel tersebut dibuat berdasarkan tragedi yang terjadi saat itu, sehingga beliau dijuluki sebagai 'Penulis Setiap Tragedi'. Sampai saat ini beliau sudah merilis 13 novel yang dibuat sesuai dengan gaya bahasa beliau sendiri.
Selain seorang Novelis dan Public Speaker, wanita kelahiran Medan 46 tahun yang lalu ini juga sebagai salah seorang pendiri sebuah event organizer yang "mengatasnamakan" dirinya sendiri. Maksud dari pernyataan ini adalah beliau membuat event organizer tanpa team atau tanpa bantuan orang lain, dan juga tanpa berbadan hukum. Pada setiap event yang beliau buat, beliau hanya bekerja sendiri dari mulai pembuatan konsep sampai pembawa acara sekali pun beliau yang melaklukan.
Rabu, 27 Agustus 2014 saya sangat beruntung bisa bertemu beliau dalam acara workshop yang di adakan oleh Communicasting Academy, sebuah lembaga pertelevisian yang berada di Arteri Pondok Indah dalam program Free Class. kali ini beliau menyuguhkan meteri tentang Event Organizer.
Setiap orang pasti pernah mengikuti event, tapi tidak semua orang pernah membuat sebuah event. Dalam hal ini event yang membutuhkan sponsor atau dukungan dari berbagai intansi, misalkan sebuah konser musik yang di sponsori oleh perusahaan rokok. untuk itu, meng-creat sebuah event memerlukan konsep yang waah atau berbeda, agar sponsor kita tertarik untuk membantu mensukseskan event tersebut. Karena, tidak bisa dipungkiri dalam membuat sebuah event tentunya kita tidak akan luput dari biaya. Biaya yang besar akan membatu melancarkan sebuah event yang kita laksanakan, maka dari itu kita membutuhkan sponsor.
Berbicara sponsor tentunya berbicara soal anggaran dan networking. Networking adalah hal yang sangat membantu kita dalam mencari sponsor. Networking sendiri terdiri dari relasi dan trust, jika kita bisa membangun relasi dan trust dengan baik maka networking pun akan berjalan dengan baik. Ketika networking sudah kita miliki, maka dalam pencarian sponsor untuk sebuah event yang kita buatpun akan mudah kita dapatkan.
Dalam membuat sebuah event, selain netwoking yang terjaga dengan baik, elemen yang sangat penting yang harus kita utamakan adalah konsep. Jika konsep kita dalam event tersebut berbeda dengan yang lain, maka sponsor pun akan tertarik untuk bekerjasama dengan kita. Namun bisnis apapun tidak lepas dari persaingan, jika kita menjadi event organizer yang tidak berbadan hukum akan kalah saingan dengan mereka yang telah berbadan hukum. Dalam hal ini Ita Sembiring menyarankan, networking yang baik serta konsep yang baik harus kita utamakan. Ketika sponsor sudah percaya dengan kita, dengan siapapun kita bersaing maka sponsor akan tetap percaya pada kita.
Sponsor akan bangga pada kita ketika event yang kita laksanakan berjalan dengan lancar dengan tingkat kesuksesan yang mendekati 100 % atau bahkan 100 % sukses. Jika demikian sponsor akan percaya pada kita dan ketika kita membuat event-event berikutnya mereka terus membantu kita. Namun dalam kenyataanya, tidak semua event berjalan dengan mulus, ada saja kendala-kendala yang kita dapati sehingga event kita tidak berjalan dengan baik, apalagi jika kita baru membuat event untuk kali pertama. Untuk itu beliau juga memberikan saran agar kita tetap melakukan hubungan baik dengan sponsor kita, bisa dengan cara membujuk atau dengan meyakinkan mereka bahwa event yang akan kita laksanakan berikutnya akan sukses.
Dari berbagai event yang beliau (Ita Sembiring) buat, hampir atau bahkan semua bentuk eventnya sama namun dikemas dalam konsep yang berbeda-beda. Biasanya bentuk event yang beliau buat adalah Seminar atau Talkshow. Ketika beliau ingin membuat sebuah event dengan bentuk yang berbeda, misalkan beliau pernah ingin membuat sebuah event musik, sponsor yang telah mempercayai beliau menolak untuk membantu. Karena dalam hal ini sponsor tidak yakin bahwa beliau bisa membuat event yang berbeda dari seperti biasanya, meskipun beliau yakin bahwa beliau bisa membuat event yang berbeda tersebut.
Untuk itu beliau menyarankan lagi kepada kita, jika kita membuat event buatlah event yang sesuai dengan jalur kita. Misal, saya sangat suka di dunia fashion maka buatlah event fashion, kamu suka dunia musik maka buatlah event musik. Jangan sampai ketika kita menyukai dunia fashion tapi kita malah membuat event musik, maka besar kemungkinannya event tersebut tidak berjalan dengan baik. Terkecuali jika kita membuat event fashion yang menggabungkan musik didalamnya. Dalam hal ini, ketika sponsor mengetahui bidang kita, maka sponsor akan terus membantu kita dalam bidang tersebut.
Talk show ini harus diakhiri pada pukul 13.00 WIB setelah berjalan kurang lebih 2 jam. Dalam kegiatan talkshow ini, kita juga di liput oleh beritas satu. Memang tidak begitu banyak peserta yang hadir diacara ini, tapi bagi saya bukan berapa banyak orang yang hadir, tapi berapa banyak saya mendapat ilmu dari acara yang saya ikut. Sehingga dari pembicaraan yang mba Ita Sembiring yang saya jelaskan di atas, saya menyimpulkan tiga hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah event yaitu :
- Networking yang baik
- Konsep yang berbeda
- Event yang sesuai dengan bidang yang kita sukai
Semoga Bermanfaat.
Salam Keren...!!! :)
diharapkan kritik dan sarannya yang bisa membangun untuk menjadi lebih baik lagi. Terimakasih... Salam Sukses... :) ConversionConversion EmoticonEmoticon